Kecemburuan "Sok Sial" (2)

on Sunday, September 6, 2009

Wah,.. melanjutkan cerita "sok sial" saya tadi. Mas-mas ini emang ga ada matinya, saya sempat benar-benar sebal dan dongkol dalam hatiku, karena dia tambah agresif saja ngobrolnya dengan sang cewek yang terus terang saya juga belum tahu seberapa cantik dan menarikkah dia.

Dari tempat saya duduk ini, posisi sang cewek berada di depan saya. Posisi ini semakin membuat saya merana, karena saya sungguh tak leluasa memandang wajahnya. Walaupun tadi sudah bertekad ga pengen liat, tapi tetap penasaran juga. Dari sudut pandang yang saya dapat sekarang ini, paling maksimal saya hanya bisa melihat rambut yang memakai jepit rambut warna hitam, jidat dan alis sang cewek. Bahkan untuk melihat matanya saja, saat ini adalah hanya sebuah mimpi belaka. Apalagi hidung, mulut dan dagunya, sudahlah pasti tidak mungkin saya dapat melihatnya.

Yang bikin tambah sial lagi, saya bisa dengan mudah melihat mas-mas menyebalkan yang duduk di sebelah sang cewek, sampai-sampai saya sulit untuk beristirahat dan memejamkan mata walau hanya sesaat, meskipun badan saya merasa lelah.

Saat saya memejamkan mata, yang terbayang adalah wajah mas-mas dodol, dia berambut cepak, berkacamata minus dengan setengah bingkai, jidatnya agak lebar, tidak berkumis dan berjenggot, rambut agak ikal, seperti keturunan arab, dengan earphone masih melekat di telinga kanannya.

Sungguh perjalanan yang sangat tidak saya idam-idamkan.

0 comments:

Post a Comment